Peringatan Isra’ Mi’raj di Desa Gedangan Dibalut Semangat Desa Anti Korupsi
Gedangan, Rembang – Sabtu18 Januari 2025
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H, Pemerintah Desa Gedangan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, menyelenggarakan pengajian umum bertema “Meneladani Akhlak Nabi Menuju Desa Bersih dan Anti Korupsi”, yang digelar pada Sabtu18 Januari 2025 di masjid Al Falah Desa Gedangan.
Acara tersebut merupakan wujud dari pelestarian nilai-nilai kearifan lokal berbasis keagamaan sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen desa sebagai bagian dari gerakan nasional Desa Anti Korupsi. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda karang taruna, serta seluruh perangkat desa.
Peringatan Isra’ Mi’raj diawali dengan pembacaan tahlil dan sholawat bersama, dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH. Ahmad Mubarok dari Lasem, yang dalam ceramahnya mengangkat pentingnya kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sebagai bagian dari teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pengelolaan pemerintahan desa.
“Korupsi bukan hanya soal hukum, tapi soal rusaknya akhlak. Dan Isra’ Mi’raj adalah momentum spiritual untuk memperbaiki diri, termasuk sebagai aparatur negara atau perangkat desa,” tegas KH. Mubarok dalam tausiyahnya.
Kepala Desa Gedangan Eka Siswa kartika, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk sinergi antara nilai agama, budaya lokal, dan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan transparan. "Kami ingin membangun desa bukan hanya secara fisik, tapi juga secara moral. Desa Gedangan berkomitmen menjadi desa yang bersih, jujur, dan melayani dengan sepenuh hati," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibacakan Deklarasi Moral “Warga Gedangan Anti Korupsi” oleh perwakilan tokoh agama dan pemuda, yang disambut tepuk tangan oleh seluruh hadirin. Deklarasi ini memuat nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan keadilan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah dan keimanan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa membangun desa membutuhkan integritas dan kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang.