WARGA DAN TOKOH DESA GEDANGAN AKTIF DALAM MUSYAWARAH DESA DAN PENGAWASAN ANGGARAN
13 November 2024, Pemerintahan Desa Gedangan, Kecamatan Rembang, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Gedangan dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan kaum perempuan.
Musyawarah tersebut menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah desa dan warga untuk membahas prioritas pembangunan, program pemberdayaan, serta evaluasi penggunaan anggaran tahun berjalan. Para tokoh desa hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga memberikan masukan strategis dalam memastikan anggaran desa benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan aktif ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Gedangan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengelolaan keuangan desa.
"Kami hadir bukan sekadar menyimak, tetapi ikut memastikan setiap rupiah dana desa digunakan untuk kepentingan bersama," ujar Lasmin, tokoh masyarakat setempat.
Senada dengan itu, perwakilan kaum perempuan, Jamiatun, menegaskan pentingnya pengawasan dari semua unsur.
"Perempuan juga punya peran penting dalam memantau realisasi program, apalagi yang berkaitan langsung dengan keluarga dan kesejahteraan warga."
Selain membahas program kerja, forum Musdes juga membuka ruang pengaduan dan evaluasi terhadap kegiatan sebelumnya. Beberapa usulan warga diakomodasi langsung ke dalam rencana kegiatan mendatang, seperti pengadaan air bersih, perbaikan jalan lingkungan, dan pelatihan keterampilan untuk pemuda.
Kepala Desa Gedangan Eka Siswa Kartika, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Keterbukaan dan kontrol sosial dari warga adalah kekuatan bagi kami dalam membangun pemerintahan desa yang bersih dan berpihak kepada rakyat," ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong dan partisipatif ini, Desa Gedangan terus berkomitmen menjadi desa yang transparan, antikorupsi, dan inklusif dalam pembangunan.